Kesehatan Mental sebagai Modal Individu Membangun Masyarakat Sejahtera

Bagikan Info Ini:

Kesehatan mental menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, sehingga penting untuk merawat dan meningkatkan kesehatan mental. Kesehatan mental bukan berarti ketiadaan penyakit, namun terdapat aspek kesejahteraan emosional, psikologis dan sosial yang baik dimana seseorang mampu menangani tekanan dan berinteraksi secara positif dengan lingkungannya.

Isu kesehatan mental banyak diperbincangkan sebagai respon atas beberapa kejadian yang terjadi, mulai aksi perundungan pada lingkup sekolah hingga aksi bunuh diri yang melibatkan satu keluarga di salah satu apartemen kawasan Jakarta Utara (9/3/24). Umumnya kesehatan mental dipengaruhi faktor genetik, psikologis maupun sosiokultural.

Faktor genetik merupakan faktor riwayat keluarga dengan gangguan mental yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Faktor psikologis dapat muncul dari depresi yang tidak dikelola secara baik akibat kemampuan problem solving yang minim. Adapun faktor sosiokulutral dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial, ras, agama hingga keyakinan maupun nilai-nilai yang dianut oleh seseorang.

Persoalan kehidupan yang dinamis dapat membuat individu mengalami permasalahan kesehatan mental. Kebiasaan Hidup dan Pola Pikir, Pola pikir negatif, kurangnya dukungan sosial, dan kurangnya keterampilan dalam mengatasi stres dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang. Kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti kurangnya olahraga, pola makan yang buruk, dan kurangnya tidur turut mempengaruhi kesejahteraan mental.

Selain faktor individu dan lingkungan sosial, minimnya akses terhadap perawatan kesehatan mental turut menyumbang peningkatan masalah kesehatan mental yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Sehingga sudah seharusnya Pemerintah hadir untuk memberikan layanan kesehatan mental yang dengan mudah dapat di akses oleh setiap orang yang membutuhkan pertolongan. Meskipun sudah banyak program layanan kesehatan mental yang sudah dilakukan oleh pemerintah, tingginya kasus yang melibatkan kesehatan mental membutuhkan promosi kesehatan secara massif yang dapat menyentuh hingga lingkup keluarga. Pelayanan berbasis kesejahteraan psikologis dan deteksi dini menjadi kunci dalam meningkatkan kesehatan mental.

Pada ranah individu, membiasakan tidur teratur, asupan gizi yang cukup dan olah raga teratur dapat meningkatkan kesehatan fisiknya. Berpikir positif dan menjalankan fungsi sosial sesuai dengna fitrahnya dapat meningkatkan kesejahteraan psikologisnya.

Pada lingkup keluarga, upaya memelihara kesehatan mental dapat dilakukan melalui komunikasi positif dan dukungan yang dapat meningkatkan resiliensi dalam keluarga. Upaya ini dapat melatih kompetensi dalam problem solving dan membangun kesejahteraan psikologis pada lingkup keluarga.

Pada lingkup lingkungan, membangun empathy untuk selalu tolong menolong dan peduli terhadap sesama menjadi budaya yang patut dipertahankan dan dipelihara. Aspek lingkungan sangat berperan untuk melahirkan dukungan sosial bagi setiap individu yang mengalami gejala gangguan mental.

Dalam lingkup pendidikan, upaya memelihara kesehatan mental dapat dilakukan dengan membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi kepada kesejahteraan unsur-unsur sekolah mulai dari peserta didik, staf sekolah, guru dan perangkat-perangkat lainnya. Sekolah sebagai rumah kedua bagi peserta didik setelah rumah tempat tinggalnya sangat berperan dalam membangun kesejahteraan psikologisnya. Dampak ekosistem pendidikan yang berorientasi kepada kesejahteraan, selain peserta didik mendapatkan prestasi akademik juga menjadikan peserta didik lebih bahagia karena kebutuhannya terpenuhi. Literasi tentang kesehatan mental harus terus ditingkatkan agar mendapatkan pengetahuan yang komprehensif tentang kesehatan mental.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, keluarga dapat bekerja sama untuk mencegah gangguan mental dan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk kesejahteraan bersama. Namun, apabila gangguan kesehatan mental tidak dapat diatasi, pencarian layanan konseling kesehatan mental atau psikolog sangat dianjurkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan mental yang lebih buruk. Merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan menajaga kesehatan fisik. Kesejahtraan individu (psychological well-being) menjadi modal individu (human capital) untuk membentuk modal sosial (social capital) dalam mewujudkan kesejahteraan dalam lingkup yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *